Perluasan Budidaya Berkelanjutan
Menskalakan pertanian berkelanjutan melalui AES
1.235 ha di bawah pengelolaan AES pada 2028
Perluasan bertahap dari 110 ha → 375 ha → 750 ha
Peningkatan adopsi
Dari input budidaya ke hasil terverifikasi dengan model pay-for-results
Dibalik inisiatif aes
Ekosistem Sunwangi membuktikan bahwa pertanian berkelanjutan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas gizi. Berangkat dari fondasi tersebut, Agri Environment Scheme (AES) dikembangkan melalui penilaian lingkungan berbasis sains, pemantauan digital, dan insentif berbasis kinerja untuk mempercepat penerapannya dalam skala luas.
AES (Agri Environment Scheme) adalah kerangka regulasi dan insentif untuk mengarahkan praktik budidaya ke sistem yang lebih ramah iklim.
Skema ini fokus pada kesehatan lahan, indikator keanekaragaman hayati, dan potensi simpan karbon agar dampak di lapangan bisa dilihat dengan jelas.
Setiap praktik diukur secara konsisten supaya terbentuk catatan transparan seperti ledger, jadi progres keberlanjutan tidak berhenti di klaim saja.
Setiap peserta menjalani evaluasi di tiga musim berbeda agar datanya lebih stabil, tidak hanya bergantung pada satu musim panen.
Ringkasan
Praktik budidaya yang lebih presisi membantu menekan emisi, mengurangi risiko lingkungan, dan memperkuat keberlanjutan hasil pertanian.
Setiap musim, petani melihat dampak nyata pada biaya input, kualitas panen, dan keberlanjutan lahan.
186++tCO2e
pengurangan emisi karbon
Menskalakan pertanian berkelanjutan melalui AES
1.235 ha di bawah pengelolaan AES pada 2028
Perluasan bertahap dari 110 ha → 375 ha → 750 ha
Peningkatan adopsi
Menghasilkan lebih banyak dengan input lebih sedikit
Produktivitas padi yang lebih tinggi
Penggunaan pestisida 50% lebih rendah
Penggunaan pupuk sintetis 30% lebih rendah
Memberdayakan petani untuk adopsi jangka panjang
Petani dilatih dan diikutsertakan ke AES
Partisipasi aktif meningkat
Adopsi praktik AES yang lebih luas
"Kami tidak hanya menekan biaya pupuk, tapi hasil panen juga lebih stabil dari musim sebelumnya."
Petani pilot, Banyuwangi
Analisis
3 evaluasi per siklus × 3 musim panen
Penilaian lapangan di tiga fase budidaya.
Data lapangan dan sensor dikumpulkan.
Data diolah menjadi Score, Tier, dan insentif.
Output
Petani menerima Score plus rapor akhir tahun yang mencerminkan kesehatan tanah & biodiversitas.
Umpan balik mendorong perbaikan berkelanjutan, lalu siklus kembali ke penilaian pra-budidaya.
Kembali ke Field Assessment
Analisis
Skema ini menjaga reward tetap objektif dan transparan, sekaligus memberi jalur kenaikan level yang jelas bagi petani.
Standar Skor X
1 Juta/tahun
Standar Skor Y
2 Juta/tahun
Standar Skor Z
3 Juta/tahun
Ekosistem kolaborasi
Program berjalan melalui peran yang saling melengkapi, dari pendampingan, regulasi, riset, hingga implementasi di lapangan.
PARADIGMA, CIPS
Kabupaten Banyuwangi, BULOG, Bank Indonesia
IPB, Poliwangi
Pandawa Agri Indonesia, Danone